Kuningan — Dari hasil ubinan awal di lahan binaan BAKTI Taskin, produktivitas ubi jalar bisa mencapai sekitar 60 ton per hektare. Angka ini menjadi peningkatan luar biasa dibandingkan pola tanam konvensional di wilayah tersebut.

Peningkatan produksi tidak hanya soal tonase, tetapi juga pendapatan keluarga tani. Dengan biaya produksi yang terukur dan harga jual yang kompetitif, petani diproyeksikan meraih keuntungan bersih lebih tinggi — bentuk nyata pengentasan kemiskinan berbasis produktivitas, bukan sekadar bantuan sesaat.

Program demplot ini menjadi media pembelajaran publik: lahan mudah diakses agar petani lain dapat meniru praktik budidaya modern. BAKTI Taskin menekankan replikasi model ke desa-desa lain bila indikator keberhasilan terpenuhi.

Sumber adaptasi: RRI Cirebon, 7 Oktober 2025