Jakarta — Sekitar 20 pengusaha dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (BAKTI Taskin) memenuhi ruang rapat Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) di Gedung Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2025).
Dalam pertemuan itu, BAKTI Taskin memaparkan program yang sudah dijalankan: ekspor rumput laut, pembuatan drone berbahan baku lokal, penyediaan pupuk, hingga kartu tani agar petani lebih mudah mengakses perbankan. Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menilai program tersebut sejalan dengan visi BP Taskin.
“Apa yang telah mereka lakukan ini memang sangat diperlukan oleh BP Taskin. BP Taskin akan menyambungkan kinerja Bakti Taskin agar berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga.”
Budiman mendorong sinergi dengan Apdesi: kepala desa memetakan kantong kemiskinan, sementara BAKTI Taskin menarik investor, mengerahkan entrepreneur, dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat miskin. Target besar BP Taskin mencakup penguatan sekitar 7.500 BUMDes dan 2.500 perusahaan swasta/menengah guna mendukung pertumbuhan ekonomi 8%.
Catatan kolaborasi ke depan meliputi kerja sama kementerian/lembaga, pengangkatan desa setengah miskin, dukungan desa untuk sumber makan bergizi gratis, serta pendataan digital agar desa siap berkembang secara industri.
Sumber adaptasi: Poros Bumi / SINDOnews, Maret 2025